Malaysia Pada Sebuah Piring

20150205_205530
Menu pecal paling atas

20150205_212312-120150205_212018

Ini kisah perjalanan saya ke Malaysia 5-7 Februari 2015.

Saat itu, saya ikut rombongan Presiden Joko Widodo lawatan ke tiga negara ; Malaysia, Brunei Darussalam, dan Philipina. Saya mau cerita tentang isi piring makanan pembuka di Istana Negara Malaysia.

Malam itu, Kamis 5 Februari 2015, Presiden dan seluruh delegasi Indonesia dijamu Pemerintah Malaysia dalam jamuan makan malam. Acara ini bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan ke negeri jiran itu. Proses acara makan malam diawali dengan perkenalan kerabat Kerajaan Malaysia, pejabat pemerintah, kemudian pengumandangan lagu kebangsaan kedua negara.

“Panjangnya,” (sebenarnya tidak terlalu lama sih) rangkaian acara itu membuat perut melilit, tidak sabar menunggu datangnya menu khas Melayu di meja makan. Akhirnya tiba menu pertama sebagai pembuka santap malam. Menu itu adalah PECAL.

Bila mengacu namanya mengingatkanku pada masakan pecel yang biasa kumakan di rumah dan warung-warung di Indonesia. Penilaianku tidak salah, menu pecal itu memang pecel yang ada di Indonesia. Menu ini terdiri dari sayur bayam, kacang, kecambah, dan guyuran sambel kacang. Persis seperti pecel Indonesia.

Persoalannya, ketika menu pecal sebagai menu resmi negara Malaysia, bagaimana status pecel saya? milik siapakah makanan pecel itu ? apakah kesamaan ini sebuah kebetulan karena dua negara memang ditakdirkan hidup serumpun, sehingga tidak terhindarkan hasil kebudayaannya, termasuk soal kuliner mirip dan sebagian sama.

Selain pecel, menu lain yang saya jumpah di meja makan istana itu adalah sambal goreng petai, rendang, dan sirup bandung. Ini menu resmi istana negara Malaysia lho…

sekian dulu cerita saya

Jakarta, 12 Februari 2015