Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Prabowo Subianto

Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Prabowo Subianto :

Meskipun menjadi rival politik pada pemilihan presiden 2014, Ketua Umum Partai Gerindra dan Presiden Joko Widodo menggelar beberapa kali pertemuan.

Pertemuan pertama berlangsung pada 17 Oktober 2014 di rumah Prabowo di Kebayoran, Jakarta Selatan, tepat tiga hari sebelum Joko Widodo dilantik sebagai Presiden RI ke-7. Pada pertemuan ini Prabowo menyampaikan selamat atas kemenangan Jokowi, Prabowo berkomitmen tidak akan “mengganggu” pemerintahan yang sah. Namun Prabowo menyampaikan posisinya di luar lingkaran pemerintahan sebagai partai oposisi.

Pertemuan balasan digelar di Istana Bogor, Jawa Barat, 29 Januari 2015 sore. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah badai polemik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri. Polemik terjadi pada saat pemerintah mengusulkan dana Komisaris Jenderal (pangkat saat itu) Budi Gunawan sebagai calon Kepala Polri. Namun pimpinan KPK menetapkannya sebagai tersangka kasus korupsi hingga membuat publik gaduh.

Kali ini, Presiden Jokowi mendatangi kediaman Prabowo di Padepokan Garuda Yaksa, Desa Bojong Koneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin 31 Oktober 2016. Pada pertemuannya ini, Presiden mengatakan ke jurnalis bahwa rivaltas hanya terjadi pada pemilihan presiden. Bisa jadi keduanya akan bertarung lagi pada pilpres 2019. Pertemuan dengan jamuan nasi goreng itu berlangsung sebelum demonstrasi besar 4 November 2016.

Pertemuan berikutnya terjadi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 17 November 2016. Pertemuan ini berlangsung bersamaan dengan makan siang dengan menu ikan bakar. Usai makan, keduanya duduk di sofa kerangka kayu berbincang dengan jurnalis. Kepada jurnalis, keduanya komitmennya untuk sama-sama menjaga keutuhan, sama-sama ingin membangun, dan menjaga kekayaan bangsa Indonesia. Prabowo menjelaskan posisi sebagai pimpinan partai oposisi di luar pemerintahan. Prabowo tidak ingin membeo, atau bersikap seperti bebek dalam berdemokrasi. Namun akan aktif memberi kritik membangun ke pemerintah.

Dalam catatan saya, setelah pilpres 2014, keduanya bertemu empat kali secara personal.

semoga bermanfaat