Masa Depan Band Para Menteri

Elek Yo Band saat tampil di resepsi pernikahan putri Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Yogyakarta, 30 Desember 2017 lalu. Foto dokumentasi Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

Masa Depan Band Para Menteri

Barangkali ini grup band satu-satunya yang dapat pujian Presiden Joko Widodo di depan peserta sidang kabinet paripurna. Tidak disangka-sangka, grup yang ketiban pujian itu adalah Elek Yo Band. Sebab grup musik para menteri ini baru “kemarin sore”terbentuk. Latihan pun baru tiga kali.

Meskipun begitu, jangan coba-coba mengundang grup musik ini, jika tidak punya modal besar. Sebab mereka sengaja pasang tarif semahal-mahalnya agar pengundang berpikir ulang menghadirkan mereka. “Melayani undangan manggung, akan cukup merepotkan. Pasti menyita waktu dan energi. Jika ini yang terjadi, kerjaan bisa jadi tidak fokus,” kata salah satu personelElek Yo Band Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri, Rabu (3/1), di siang di halaman Istana Negara, Jakarta.

Jadi, tarif tinggi itu bukan tanpa maksud. Justru band ini ingin agar tidak banyak orang berani mengundang mereka. Senada dengan Hanif, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki yang menjadi anggota grup, setuju mengenai ketentuan tarif manggung. Jika terlalu banyak melayani permintaan tampil, bisa-bisa kinerja mereka terganggu. Bukan tidak mungkin, Presiden mengevaluasi kinerja mereka dan berujung pada pergantian menteri. Itulah yang dihindari personel grup musik ini.

Jika pun ada pemilik modal besar yang ingin mengundang mereka, Elek Yo Band belum tentu bisa manggung. Sebab mereka harus izin ke seseorang yang diangkat sebagai manajer band yaitu Presiden Jokowi. Tanpa izin Presiden, sebesar apapun tarif yang akan diberikan, penampilan grup ini tergantung dari izin Presiden.

Personel Elek Yo Band dalam formasi lengkap, mengucapkan selamat tahun baru 2018. Foto Dokumentasi Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Loncatan pertama

Tanpa tampil di pernikahan putri Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Anisa Firdia Hanum di Yogyakarta, Sabtu (30/12), mungkin nama grup ini tidak setenar sekarang. “Awalnya, ada permintaan dari Pak Tik (Pratikno), jika menteri2 tampil di acara pernikahan putrinya barangkali akan keren,” kata Hanif Dhakiri.

Selain Teten dan Hanif, anggota grup ini terdiri dari Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Keanggotaan grup ini cair, menteri-menteri yang lain dapat bergabung jika mereka menginginkan tampil.

Saat tampil Yogyakarta, personel grup masih masih belum hapal pada lirik lagu. Kerap kali, mereka menunduk sampbil membaca teks di depannya. Namun ini tidak mengurangi kemeriaan penampilan mereka. Lagu Rumah Kita punya God Bless memperlihatkan kekompakan mereka. Personel Elek Yo Band begitu semangat dengan lagu ini. Begitu pun dengan lagu Ku Tak Bisa dari Slank, Balikin (Slank), dan Bento (Iwan Fals).

Aksi panggung Elek Yo Band, foto dokumentasi Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

Namanya juga band baru, penampilan mereka masih dibantu musisi berpengalaman. Sehingga mampu menjadi penyeimbang penampilan mereka di pesta pernikahan itu. “Mudah-mudahan Pak Pratikno dan Ibu terhibur,” kata Teten disambut tepuk tangan hadirin.

Latihan

        Sebelum tampil di pernikahan putri Pratikno, personel Elek Yo Band latihan tiga kali, dua kali di studio musik Jakarta, dansekali di Yogyakarta. Latihan tersebut dilakukan setelah mereka bekerja, sekitar pukul 21.00. Hanif yakin, pemilik studio kagetmelihat menteri berkumpul untuk latihan menyanyi malam-malam.

Latihan juga dilakukan di rumah personel grub band, sebagaimana yang dilakukan Teten Masduki. Latihan ini memunculkan kecurigaan isteri Teten saat di rumah. Isterinya jarang melihat Teten menyanyikan lagu di rumah. “Setelah saya latihan, istri saya menegur. Lagi jatuh cinta sama siapa,” kata Teten menirukan pertanyaan isterinya.

Pada saat tampil di Yogyakarta, Elek Yo Band menyiapkan lima lagu. Namun hanya empat lagu yang sempat dinyanyikan, sebab terlalu banyak foto bersama (fans). Penampilan mereka ketika itu menjadi viral di media sosial dan pemberitaan media konvensional. Konsumen berita merespon positif penampilan mereka ketika itu.

Namun bukan itu yang mereka cari. Para menteri yang tergabung di grup ini ingin membangun kekompakan, melepaskan ketegangan, dan yang penting menjalin komunikasi sehat di antara mereka. “Ini kesempatan kita masing-masing bisa ngobrol di tempat latihan,” kata Hanif.

Setelah tampil di Yogyakarta itu, sejumlah tawaran mengalir ke personel grup musik ini. Beberapa di antaranya datang dari stasiun televisi, kantor media massa, dan permintaan langsung dari Wakil Presiden Jusuf Kalla yang akan mengawinkan kemenakannya.

Menyadari kekurangan Elek Yo Band, Teten ingin mencari pelatih vokal. Sebab pada saat tampil di Yogyakarta, suara mereka masih belum padu. Satu sama lain masih bersahut-sahutan. Namun siapakah pelatih vokal yang mereka cari ? Teten belum menjelaskan.

Memang bukan kualitas suara yang membuat grup ini dibicarakan orang. Namun karena jarang-jarang ada menteri membentuk grup band dan menyanyi bersama di satu panggung. Karena alasan ini Presiden memuji penampilan mereka saat pertama kali memimpin sidang kabinet paripurna, Rabu (3/1) di Istana Negara, Jakarta.

“Terimakasih, kemarin ada Elek Yo Band, (artinya) jelek ya biar. Saya kira itu menunjukkan juga kekompakan kita semua dalam bekerja. Terimakasih,” kata Presiden. (Andy Riza Hidayat)