Diplomasi Total Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di Hangzhou Hall International Convention Center, Hangzhou, Tiongkok, Minggu (4/9). Presiden Jokowi rencananya menjadi pembicara utama pada sesi kedua dengan tema membangun perekonomian yang efektif dan efisien. KTT ke-11 kali ini digelar dengan tema membangun ekonomi global yang inovatif, menyegarkan, terkoneksi satu sama lain, dan inklusif.   04-09-2016
Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping saat pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di Hangzhou Hall International Convention Center, Hangzhou, Tiongkok, Minggu (4/9). Presiden Jokowi rencananya menjadi pembicara utama pada sesi kedua dengan tema membangun perekonomian yang efektif dan efisien. KTT ke-11 kali ini digelar dengan tema membangun ekonomi global yang inovatif, menyegarkan, terkoneksi satu sama lain, dan inklusif.
04-09-2016

Diplomasi Total Presiden Jokowi

Saya mengenal kata diplomasi menjadi semakin luas maknanya melalui Presiden Joko Widodo. Diplomasi yang dilakukan Presiden Jokowi lebih dari itu. Jokowi lebih memaknainya sebagai seni untuk mencapai kesepakatan terhadap hal-hal tertentu. Ini yang saya amati sejak bertugas meliput kegiatannya secara rutin sejak tahun 2012.

Melalui blusukan, pakaian, kuliner, olahraga, dan berbagai pendekatan lain dilakukan agar tujuannya tercapai. Tujuan yang saya maksud terkait dengan program pemerintah misalnya, memindahkan pedagang kaki lima, memindahkan warga yang ada di ruang terbuka hijau atau bantaran kali.

Pendekatan juga dilakukan untuk mencairkan situasi dengan lawan politik, jurnalis, dan kelompok masyarakat lain. Ibarat perang, Jokowi melakukan perang total, hingga perlu banyak cara untuk memenangkannya. Cara seperti ini yang saya anggap sebagai diplomasi total, selama itu efektif dijalankannya. 

Tidak masalah jika harus bersarung seharian di Pekalongan, membatalkan dua rapat dengan menteri demi menghadiri acara di sebuah hotel kecil di Tangerang, atau berkuda dengan lawan politik sekalipun. Tanpa diplomasi yang baik, tentu tak ada ruang untuk bersabar melakukan itu semua.

Saya akan menuliskannya dalam seri tulisan yang entah sampai berapa banyak. Sesederhana apapun bentuk tulisan itu, saya yakin akan menjadi jejak sejarah yang bisa dibaca siapapun kelak. Semoga.

Diplomasi #1

Author: andy riza

Saksi dari rangkaian peristiwa, berusaha menyampaikan sebenar-benarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *