Senyum Presiden Kembali Mengembang

Keputusan Presiden

20150218ndy-konpres jokowi1

Senyum Presiden Kembali Mengembang

Rabu (18/2) siang, jurnalis bersiap-siap mengikuti acara blusukan Presiden Joko Widodo yang sudah dijadwalkan pukul 13.00. Namun setengah jam sebelum jadwal itu, Kepala Biro Pers Istana Kepresidenan Albiner Sitompul meminta kami merapat ke Ruang Kredensial, Istana Merdeka, Jakarta. Mendengar arahan itu, kami berpikir ada sesuatu penting yang akan terjadi. Sebab di ruangan itulah seringkali Presiden menyampaikan hal-hal penting.

“Mungkin inilah yang kalian tunggu-tunggu, Bapak Presiden meminta kalian ke sana,” kata Albiner kepada wartawan.

Bayangan kami tertuju pada putusan Presiden soal pimpinan Polri yang menjadi polemik di masyarakat. Apakah Presiden akan melantik Komjen Budi Gunawan atau tidak setelah putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Kami juga penasaran apakah Presiden juga mengeluarkan keputusan terkait masalah hukum yang membelit pimpinan KPK.

Sesampainya, di Ruang Kredensial, kami menunggu hampir satu jam. Sepertinya Presiden, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno sedang berdiskusi serius. Dalam diskusi itu, mereka memegang beberapa lembar kertas putih. Tiga orang yang terlibat diskusi itu, entah disengaja atau tidak, sama-sama mengenakan baju putih bawahan hitam. Hanya baju Jusuf Kalla yang warnanya krem.

Sambil menunggu pidato Presiden, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto muncul di antara kerumunan wartawan. Ternyata Andi ikut menunggu keputusan Presiden. Andi mengaku tidak dilibatkan dalam persoalan yang sedang dibicarakan. Rasa penasaran kami makin membuncah.

Pukul 14.20, Presiden keluar dari ruang rapat, dan tiba di ruang kredensial Istana Merdeka. Presiden menuju podium yang sudah disiapkan satu jam lebih sebelumnya. Presiden terlihat lepas, membuka pertemuan itu dengan permintaan maaf ke wartawan karena menunggu lama. Presiden akan menyampaikan sikapnya terkait masalah di Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Soal Pimpinan Polri, Presiden memutuskan untuk tidak melantik Komisaris Jenderal (Komjen) Budi Gunawan walaupun telah memenangkan gugatan praperadilan sebelumnya. Keputusan itu diambil karena penunjukan Komjen Budi Gunawan telah menimbulkan perbedaan pendapat yang tajam di masyarakat.

Terkait pertimbangan itu, Presiden mengusulkan nama baru yaitu Komjen Badrodin Haiti untuk mendapatkan persetujuan DPR sebagai Kepala Polri. Presiden juga memutuskan Budi Gunawan untuk memberikan kontribusi terbaik untuk Polri agar semakin profesional dan dipercaya di mata masyarakat. “Kontribusi ini dapat diberikan dalam jabatan apapun yang nanti diamanatkan kepadanya,” kata Presiden.

Terkait persoalan KPK, karena ada masalah hukum pada dua pimpinan lembara tersebut, Presiden memberhentikan sementara Ketua KPK Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Bersamaan dengan itu, Presiden juga akan mengisi kekosongan satu pimpinan KPK.

Penggantian tiga kursi pimpinan KPK itu diputuskan dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang atau Perppu. Setelah itu Presiden menerbitkan Keputusan Presiden terkait pengangkatan tiga pimpinan KPK baru. Nama-nama yang dimaksud antara lain Taufiequrochman Ruki, Indriyanto Seno Aji, dan Johan Budi. Saat Presiden menyampaikan nama Johan Budi, terdengar suara, “Wahhh.” Sepertinya wartawan tidak menyangka Johan mendapat kepercayaan Presiden.

Usai membacakan keputusannya, Presiden bersalaman dengan Jusuf Kalla dan Praktikno. Presiden menebar senyum, dan mempersilahkan wartawan menanyakan hal-hal detail ke Pratikno. Sikap rileks ini sebelumnya tidak terlihat saat Presiden mengumumkan penundaan pelantikan Budi Gunawan Sabtu (16/1), meminta KPK dan Polri tidak saling bergesekan Jumat (23/1) di Bogor, maupun pada Minggu (25/1) saat Presiden meminta agar tidak ada kriminalisasi.

Senyum Presiden baru muncul saat wawancara dengan Kompas Sabtu (24/1) dan bertemu Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto Kamis (29/1) di Bogor. Rabu sore itu, senyum Presiden kembali merekah. Harapan publik, semoga Presiden terlepas dari belenggu kepentingan yang sepertinya membelit hingga sulit membuat keputusan cepat.

Handoko Gani SE MBA, kandidat master science di bidang forensik emosi di Paul Ekman International Group dan University of Central Lancashire, Manchanster, Inggris mengatakan penampilan Presiden Rabu lalu lebih ceria dibanding penampilan resmi sebelumnya. Bukan saja ketika bersalaman dengan orang-orang di sekitarnya, pada saat membacakan materi sikapnya Presiden terlihat cerah.

Jarang sekali alisnya mepet dengan mata seperti yang terlihat sebelumnya. Jumpa pers sebelumnya lebih banyak jeda, seperti sedang berpikir sambil membaca teks. Namun Rabu sore itu nada bicara Presiden lancar. Alisnya tidak turun ke mata, pandangannya juga tidak menyorot tajam. Tulang pipi Presiden terlihat wajar tidak tertarik seperti sebelumnya. Handoko menduga, Presiden merasa keputusan itu adalah yang terbaik yang bisa dilakukan.

Ada beberapa hal yang dicatat Handoko, dua kali Presiden menyatakan agar KPK dan Polri menjaga keharmonisan antar lembaga. “Saya menginstruksikan kepada Polri dan meminta KPK, mentaati rambu-rambu aturan hukum dan kode etik, untuk menjaga, untuk menjaga, keharmonisan antar lembaga,” kata Presiden.

Mengapa kepada Polri Presiden kata “menginstruksikan,” sementara pada KPK Presiden menggunakan kata “meminta” ? Apakah ada perbedaan pesan di balik penggunaan dua kata itu? Belum ada penjelasan soal itu.

Keputusan itu disambut positif banyak pihak, termasuk Komjen Badrodin Haiti yang menghadap Presiden Rabu petang di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Badrodin bersyukur atas kepercayaan Presiden. Badrodin memprioritaskan untuk menyelesaikan hubungan dengan pimpinan KPK.

Badrodin juga mengaku telah berkomunikasi dengan Budi Gunawan. Kepada Badrodin, Budi gunawan menyampaikan legowo. “Beliau 100 persen legowo dan menerima apa yang diputuskan Presiden,” kata Badrodin.(Andy Riza Hidayat)

Author: andy riza

Saksi dari rangkaian peristiwa, berusaha menyampaikan sebenar-benarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *