Kebiasan Baru Menikmati Kopi

IMG-20191108-WA0005

Tidak ada yang baku dalam menikmati kopi. Semua orang punya cara sendiri yang dianggapnya pas. Bagi saya, kenikmatan kopi tidak ditentukan dari satu alasan saja.

Saya lebih suka menggunakan kopi betkualitas dengan paper V60. Namun jika bepergian, cara ini agak merepotkan. Saya harus bawa alat dan papernya. Kopi pun harus saya siapkan terpisah dalam gilingan yang pas pada butiran bijinya. Saya mencoba cara baru saat bepergian ke luar kota, luar kantor, atau liar rumah.

Saya cukup memasang set saringan yang sudah terisi kopi pada gelas atau cangkir. Modalnya hanya butuh air panas (86 – 94 derajat celcius).
Satu kemasan ini cocok untuk air panas sebanyak 150 – 190 ml.

Seorang teman menyarankan, agar saya menuang air dalam tiga kali tuangan.
1. Tuangan pertama, sedikit lebih dari sekedar basah, maka akan keluar rasa asam dari kopinya.
2. Tunggu 20-30 detik.
3. Tuang kedua, (setengah dari sisa air yang disiapkan), maka akan keluar rasa manisnya.
4. Tunggu 10 detik.
5. Tuangan ketiga (sampai habis air yang disiapkan), maka akan keluar pahitnya.

Jika saringan terendam, ambil dan buang, setelah air menetes semuaya ke wadah gelas atau cangkir.

IMG-20191108-WA0006

Kemasan kopi ini tersedia berdasarkan jenis arabica dan robusta. Saya punya stok cukup, terutama untuk kopi yang berasal dari Karo, Dairi, Takengon, Simalungun, Lintong, dan varian kopi sumatera lain.

Untuk kopi arabica simlungun berasal Kampung Sidamanik, Simalungun, Sumatera Utara. Kopi ini tumbuh di sekitar hamparan kebun teh, dipetik hanya dari biji merah dan dari hasil sortir pertama. Kopi diproses dengan full wash dan medium roasting level.

Kopi ini dipanen dari kebun kopi Bapak Ricko di desa Pematang Sidamanik dan Ibu Kristin Desa Parik Sabungan, Simalungun, Sumatera Utara. Kopi ditanam di ketinggian 950 – 1362 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Untuk robusta mandheling, dipetik dari
petani bernama Rama Lubis di Desa Angin Barat, Kecamatan Kotanopan dan Desa Muara Soma Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Proses pengeringan dengan cara natural. Sementara lahan penanaman berada di ketinggian 600-800 mdpl.

Bagi yang penasaran arabica mandheling, kopi ini berasal dari Desa Pakantan, Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara. Biki kopi ini dipetik oleh petani Yusuf Nasution di lahan dengan ketinggan 975-1200 mdpl. Kopi disiapkan dengan proses fullwash dan medium roast level. Aroma kopi choco, roasted peanut, brown sugar, grassy, spicy, dan lemon grass.

Mau mencoba…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s